Liturgi Pemberkatan Nikah
LITURGI KEBAKTIAN PERNIKAHAN
GMS Lampung
Durasi acara : 45 menit
Pengantin Memasuki Ruangan
- Shalom, kita akan segera memulai acara Pemberkatan nikah ini dan saya mengundang semua Jemaat untuk bangkit berdiri, dan menyambut kedua mempelai yang akan memasuki ruang pemberkatan ALVIN & AIMI (dipimpin oleh Pendeta)
- Menyanyikan 1 lagu pujian dipimpin oleh WL.
VOTUM :
"Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, dan karunia keselamatan diberikan kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus, Roh Kudus dicurahkan untuk menyatakan kehadiran Allah di antara kita”
Kata Pembuka (oleh Pendeta)
”Bapak ibu saudara sekalian,
hari ini kita berkumpul di hadapanTuhan untuk merayakan kasih
dan menjadi saksi dalam pemberkatan pernikahan antara
Sdr Alvin dan Sdri Aimi”
Menyanyikan 1 atau2 LaguPenyembahan
Sebelumkita mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, mari kita mengundang Hadirat Tuhan hadir di tempat ini dengan menaikkan pujian dan penyembahan kita
- Menyanyikan 1-2 lagu pujian dipimpin oleh WL.
Firman TUHAN:
- Berdoa untuk Firman (mengundang hadirat Tuhan)
- Mempelai dan seluruh Jemaat dipersilahkan duduk.
- Khotbah (15 menit).
MENJADI SATU & BERTUMBUH BERSAMA
Kejadian 2:24
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Pembukaan
Shalom Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita menyaksikan bukan hanya dua orang yang saling mencintai, tetapi dua orang yang berjanji untuk menjalani hidup bersama di hadapan Tuhan.
Pernikahan bukan hanya tentang hari yang indah ini. Pernikahan adalah perjalanan panjang. Akan ada masa sukacita, tetapi juga tantangan. Akan ada saat tertawa bersama, tetapi juga saat berbeda pendapat.
Karena itu pernikahan bukan hanya berkata, "Aku mencintaimu," tetapi juga berkata, "Aku tetap memilihmu dalam segala keadaan."
Hari ini kita belajar tema:
"Menjadi Satu, Bertumbuh Bersama."
1. Pernikahan Adalah Rancangan Tuhan
Kejadian 2:18 berkata:
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Pernikahan bukan ide manusia, melainkan rancangan Tuhan.
Karena itu pernikahan Kristen tidak hanya dibangun di atas perasaan, tetapi di atas komitmen kepada Tuhan dan kepada pasangan.
Perasaan bisa berubah, tetapi kasih yang berakar dalam Tuhan akan tetap bertahan.
Pisahkan Tuhan dari pernikahan. Maka kita akan mendapati neraka di bumi. Tetapi jika Yesus ada di tengah-tengah keluarga kita maka sorga pun turun ke bumi.
2. Menjadi Satu Tim
Kejadian 2:24 berkata:
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Bersatu dengan isterinya.
Pernikahan bukan:
Suami vs Istri
Tetapi:
Suami dan Istri vs Masalah
Jangan melihat pasangan sebagai lawan.
Ketika ada masalah, hadapilah bersama.
Ketika ada kekurangan, perbaikilah bersama.
Ketika ada pergumulan, berdoalah bersama.
Karena Tuhan mempersatukan kalian untuk berjalan sebagai satu tim.
3. Menjadi Satu Bukan Berarti Harus Sama
Setiap orang memiliki kepribadian, cara berpikir, dan kebiasaan yang berbeda.
Menjadi satu bukan berarti kehilangan perbedaan.
Menjadi satu berarti sekalipun berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama.
Dan tujuan itu adalah:
Mengikuti Kristus bersama-sama.
4. Tuhan Harus Menjadi Pusat Pernikahan
Pengkhotbah 4:12 berkata:
"Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan."
Dalam pernikahan ada tiga pihak:
- Suami
- Istri
- Tuhan
Jika Tuhan menjadi pusat rumah tangga, maka ketika badai datang, pernikahan tetap kuat.
Semakin dekat kepada Tuhan, semakin mudah untuk mengasihi, mengampuni, dan memahami pasangan.
5. Jangan Pernah Berhenti Berkomunikasi dan Mengampuni
Salah satu ancaman terbesar dalam pernikahan bukan selalu masalah besar, tetapi hati yang mulai menjauh.
Karena itu:
- Belajarlah berbicara dengan jujur.
- Belajarlah mendengar dengan kasih.
- Cepat meminta maaf.
- Cepat mengampuni.
Jangan biarkan luka kecil menjadi kepahitan yang besar.
6. Tetap Setia di Setiap Musim Kehidupan
Dalam pernikahan akan ada berbagai musim:
- Musim sukacita dan kesulitan.
- Musim sehat dan sakit.
- Musim berkelimpahan dan kekurangan.
Komitmen pernikahan adalah:
"Aku tidak menikah denganmu hanya untuk musim yang baik, tetapi untuk melewati semua musim kehidupan bersamamu."
Dan dalam setiap musim, Tuhan tetap setia.
Tiga Hal yang Harus Selalu Diingat
1. Jangan berperang satu sama lain
Berperanglah bersama menghadapi masalah.
2. Jangan berhenti memilih
Kasih bukan hanya perasaan, tetapi keputusan untuk terus memilih pasangan setiap hari.
3. Jangan jauh dari Tuhan
Pernikahan yang kuat adalah pernikahan yang menjadikan Kristus sebagai pusat.
Penutup
Alvin dan Aimi,
Hari ini kalian memulai perjalanan yang baru.
Hidup tidak akan selalu mudah, tetapi Tuhan yang telah membawa kalian sampai hari ini akan terus menyertai kalian.
Ketika tidak mengerti satu sama lain, berbicaralah.
Ketika terluka, ampunilah.
Ketika lelah, tetap berjalan bersama.
Dan ketika menghadapi tantangan, jangan berjalan sendiri, berjalanlah bersama Tuhan.
Kiranya rumah tangga kalian menjadi rumah yang dipenuhi kasih, damai sejahtera, dan hadirat Tuhan.
Jadilah satu. Bertumbuhlah bersama. Dan jadikan Kristus pusat rumah tangga kalian.
Tuhan Yesus memberkati pernikahan Alvin dan Aimi. Amin.
# UPACARA PEMBERKATAN NIKAH
Janji Di Hadapan Tuhan:*Dipandu oleh Pendeta.
Kedua mempelai saya minta untuk bangkit berdiri dan jawablah pertanyaan saya :
Pertanyaan untuk MempelaiPria :
- Jawablah pertanyaan saya selaku hamba Tuhan
(Sdr. Alvin) Apakah engkau bersedia menerima (Sdri. Aimi ) menjadi istrimu yang sah dan satu-satunya, dan sebagai pria yang takut akan Tuhan, apakah engkau bersedia untuk taat kepada Firman Tuhan yang berkata: Hai Suami, kasihilah Isterimu, seperti Kristus mengasihi jemaatNya?
- Dan maukah engkau berjanji untuk bertanggung jawab atas kebahagiaannya, serta setia kepadanya dalam segala keadaan, baik dalam kekurangan maupun kelimpahan, sakit maupun sehat, susah maupun senang, dansampai Bapa di surga memanggilmu pulang kerumahNya?
- Dan apabila dalam pernikahanmu, TUHAN mempercayakan anak-anak, maukah engkau bersama dengan isterimu berjanji untuk mendidik anak-anakmu dalam Firman sampai ketika mereka dewasa, mereka dapat mengambil keputusan untuk menjadi anakTuhan. Apa jawabmu ? (Ya, Saya Bersedia)
Pertanyaan untuk MempelaiWanita :
- Jawablah pertanyaan saya selaku hamba Tuhan
(Sdri Aimi) Apakah engkau bersedia menerima (Sdr Alvin) menjadi suamimu yang sah dan satu-satunya, dan sebagai Wanita yang takut akan Tuhan, engkau siap untuk taat kepada perintah Tuhan yang berkata Hai isteri tunduklah kepada suamimu, seperti jemaat tunduk kepada Kristus, danmaukah engkau berjanji untuk setia kepadanya dan melayani dia di dalam segala keadaan, baikdalam kekurangan maupun kelimpahan, sakit maupun sehat, susah maupun senang, sampai Bapa di surga memanggilmu pulang kerumahNya?
- Dan apabila dalam pernikahanmu, TUHAN mengaruniakan putera maupun puteri, apakah engkau bersama dengan suamimu berjanji untuk mendidik anak-anakmu dalam jalan Tuhan, sampai ketika mereka dewasa, mereka dapat mengambil keputusan untuk menjadi anak Tuhan. Apa jawabmu ? (Ya, Saya Bersedia)
# UPACARA PENGENAAN CINCIN
- Pendeta turun ke bawah untuk memandu.
”Cincin ini terbuat dari emas yang melambangkan kemurnian.
dan berbentuk bundar tidak berujung pangkal.
demikian hendaknya cinta kasih kalian berdua
tetap murni dan tidak berubah sampai selamanya.”
”Sekarang kalian dipersilahkan berdiri berhadap-hadapan.
Ucapkan janji kepada pasanganmu
sebelum engkau mengenakan cincin pernikahan di jari manisnya.
ingat janji ini bukan kepada saya, tapi kepada pasanganmu
di hadapan TUHAN dan kepada dirimu sendiri...”
# DOA BERKAT BAGI SUAMI & ISTRI
- Pendetabersiapdi depantempatberlutut.
- Mempelai berdua berlutut dgn kedua tangan di atas alkitab
Jemaat diminta berdiri sambil mengarahkan tangan kepada mempelai.
- Menyanyikan 1 Lagu Penyembahan.
- TumpangTangan di atas tangan mempelai:
" Tuhan, hamba membawa pernikahan ini di dalam nama Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus sehingga mereka bukan lagi duatapi satu adanya, dan apa yang dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia. Dalam nama Tuhan Yesus.
Doakan Mempelai Pria , lalu Mempelai Wanita.
- Silahkan kedua mempelai bangkit berdiri & berhadap-hadapan
- Buka Cadar : Pendeta berkata kepada mempelai laki-laki:
(Sdri. Aimi) telah menjadi istrimu yang sah, dan engkau boleh memandang wajahnya tanpa dihalangi cadarnya, serta memberikan wedding kiss di hari pernikahan kalian, silahkan.
- Wedding Kiss
# MEMPERKENALKAN MEMPELAI (DEKLARASI KEPADA JEMAAT)
- Jemaat pernikahan yang dikasihiTuhan Yesus, Saya perkenalkan, inilah keluarga yang baru : Bapak dan Ibu ( Alvin). Mereka sudah resmi sebagai suami dan istri melalui pemberkatan nikah yang dilakukan pada hari ini (26 September 2026) di tempat ini. Mari kita sambut dengan tepuk tangan.
# PENGHORMATAN KEPADA ORANG TUA
Di hari yang berbahagia ini, mereka juga diantarkan oleh orang tua dan wali, dan sebentar lagi mereka akan mengucapkan terimakasih serta memohon restu kepada orang tua sebelum mereka membentuk keluarga sendiri yang baru.
Saya persilahkan kedua mempelai menuju ke tempat orang tua mempelai Pria terlebih dahulu. (Say thank you, peluk papa mama). lalu sekarang giliran kalian menuju ke tempat orang tua mempelai Wanita (Say thank you, peluk papa mama)
# PENYERAHAN ALKITAB
Alkitab ini bukan sekedar souvenir pernikahan kalian, tapi juga untuk mengingatkan kalian agar selalu membangun mezbah keluarga berdua.
- Pendeta menyerahkan Alkitab pernikahan kepada mempelai
# PENUTUP & DOA BERKAT
Mari kita semua bangkit berdiri dan bersyukur pada Tuhan untuk hari ini
- Menaikkan 1 Lagu Pujian Penutup
- Diakhiri dengan DOA BERKAT