TUHAN TETAP MEMEGANG KITA

21 Agustus 2026MemorialGMS Lampung
100%

KHOTBAH MEMORIAL ALM. BP. DEDDY PO

SESI 1 — IBADAH PEMBERANGKATAN JENAZAH

Tema:

TUHAN TETAP MEMEGANG KITA

Ayat Utama:

Mazmur 46:2–3 (TB)

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.”


PENDAHULUAN

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Hari ini adalah hari yang tidak mudah.

Kita berkumpul untuk mengantarkan Alm. Bp. Deddy Po.

Ada perasaan kehilangan.

Ada kesedihan.

Ada kenangan.

Dan mungkin ada banyak hal yang ada di dalam hati keluarga yang tidak mudah untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Kehilangan seseorang yang kita kasihi selalu meninggalkan ruang yang kosong.

Ada seseorang yang biasanya ada, tetapi sekarang tidak lagi.

Ada suara yang biasa kita dengar, tetapi sekarang sudah tidak terdengar.

Ada kebiasaan-kebiasaan yang mungkin baru kita sadari nilainya setelah orang tersebut pergi.

Dan hari ini kita harus melakukan sesuatu yang sangat berat:

kita harus melepaskan.

Tetapi di tengah situasi seperti ini, Firman Tuhan memberikan sebuah kebenaran yang sangat sederhana:

Kita mungkin kehilangan orang yang selama ini kita pegang, tetapi kita tidak pernah kehilangan Tuhan yang memegang kita.

Itulah yang ingin kita renungkan hari ini.


1. KETIKA HIDUP KITA TERGUNCANG, TUHAN TETAP TEGUH

Mazmur 46 berkata:

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan...”

Perhatikan kata “tempat perlindungan.”

Tempat perlindungan adalah tempat kita berlari ketika keadaan di luar terlalu berat.

Dan ada saat-saat dalam kehidupan ketika kita memang tidak kuat.

Ada masalah yang bisa kita hadapi.

Ada kesulitan yang masih bisa kita selesaikan.

Tetapi ada situasi yang membuat kita berkata:

“Saya tidak tahu harus bagaimana.”

Kematian orang yang kita kasihi adalah salah satunya.

Pada saat seperti itu, Tuhan tidak berkata:

“Kamu harus kuat sendiri.”

Tuhan berkata:

“Aku adalah tempat perlindunganmu.”

Kita boleh merasa lemah.

Kita boleh menangis.

Kita boleh merasa kehilangan.

Tetapi kita tidak perlu menghadapinya sendirian.


Mazmur 46:3

Firman Tuhan berkata:

“Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah...”

Perhatikan bahwa pemazmur tidak berkata:

“Bumi tidak akan pernah berubah.”

Justru dia berkata:

“Sekalipun bumi berubah...”

Artinya, ada keadaan yang memang bisa mengguncang hidup kita.

Kehilangan bisa mengguncang kita.

Berita kematian bisa mengguncang kita.

Perpisahan bisa mengguncang kita.

Tetapi ada satu hal yang tidak berubah:

Tuhan tetap menjadi Tuhan.

Keadaan kita berubah.

Tetapi Tuhan tidak berubah.


2. KETIKA KITA TIDAK MENGERTI, TUHAN TETAP DAPAT DIPERCAYA

Salah satu hal tersulit dalam kehilangan adalah pertanyaan:

“Mengapa?”

Mengapa harus terjadi?

Mengapa sekarang?

Mengapa seperti ini?

Dan terkadang kita tidak mendapatkan jawaban yang kita inginkan.

Tetapi iman tidak selalu berarti kita memiliki semua jawaban.

Ada saatnya iman berkata:

“Tuhan, saya tidak mengerti, tetapi saya tetap percaya kepada-Mu.”

Itulah iman.

Kita mungkin tidak memahami seluruh rencana Tuhan.

Tetapi kita dapat mempercayai karakter Tuhan.

Karena Tuhan baik.

Tuhan setia.

Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.


Ilustrasi

Bayangkan seorang anak kecil berjalan bersama ayahnya.

Anak itu mungkin tidak mengerti ke mana mereka pergi.

Dia tidak tahu jalan.

Dia tidak tahu apa yang akan terjadi.

Tetapi selama tangan ayahnya menggenggam tangannya, dia dapat terus berjalan.

Mengapa?

Karena dia tidak harus mengetahui seluruh jalan.

Dia hanya perlu percaya kepada orang yang memegang tangannya.

Demikian juga kita.

Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi besok.

Kita mungkin tidak memahami semua yang terjadi hari ini.

Tetapi kita tahu:

Tuhan memegang kita.


3. KETIKA KITA HARUS BERJALAN TANPA ORANG YANG KITA KASIHI, TUHAN TETAP MENYERTAI

Kepada keluarga Bp. Deddy Po,

hari ini mungkin terasa seperti sebuah akhir.

Tetapi setelah hari ini akan ada hari-hari berikutnya.

Akan ada hari ketika keluarga pulang ke rumah.

Akan ada hari ketika suasana terasa berbeda.

Akan ada hari ketika kenangan tiba-tiba muncul.

Akan ada saat ketika rasa rindu datang.

Dan mungkin air mata akan kembali jatuh.

Ketika itu terjadi, jangan merasa bahwa keluarga harus kuat dengan kekuatan sendiri.

Datanglah kepada Tuhan.

Kalau rindu, berdoalah.

Kalau sedih, datanglah kepada Tuhan.

Kalau hati terasa kosong, katakan kepada Tuhan:

“Tuhan, saya membutuhkan Engkau.”

Karena Tuhan tidak hanya hadir pada hari pemakaman.

Tuhan juga hadir pada hari-hari setelah pemakaman.


4. TUHAN ADALAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA

Mazmur 46:2 berkata:

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan...”

Ada dua hal yang Tuhan berikan:

Tuhan adalah tempat perlindungan.

Ketika kita merasa tidak aman, kita dapat berlari kepada-Nya.

Tuhan adalah kekuatan.

Ketika kita merasa tidak sanggup, kita dapat menerima kekuatan dari-Nya.

Jadi keluarga tidak perlu berkata:

“Saya harus kuat.”

Lebih baik berkata:

“Tuhan, jadilah kekuatan saya.”

Karena kekuatan kita terbatas.

Tetapi kekuatan Tuhan tidak terbatas.


PENUTUP

Saudara-saudara,

sebentar lagi kita akan memberangkatkan Alm. Bp. Deddy Po.

Kita harus melepaskan beliau.

Tetapi hari ini mari kita membawa satu kebenaran:

Kita mungkin kehilangan seseorang yang kita kasihi, tetapi kita tidak kehilangan Tuhan.

Ketika hati terguncang:

Tuhan tetap teguh.

Ketika kita tidak mengerti:

Tuhan tetap dapat dipercaya.

Ketika kita harus melanjutkan hidup:

Tuhan tetap menyertai.

Karena itu kepada keluarga:

Tetaplah pegang Tuhan.

Bukan karena kita memiliki semua jawaban.

Tetapi karena kita tahu siapa yang memegang hidup kita.


DOA PENUTUP

“Tuhan Yesus,

hari ini kami datang dengan hati yang berat.

Kami bersyukur untuk kehidupan Alm. Bp. Deddy Po dan untuk setiap kenangan yang Tuhan izinkan hadir dalam kehidupan keluarga.

Kami tahu bahwa perpisahan ini tidak mudah.

Ada kesedihan.

Ada kehilangan.

Ada air mata.

Karena itu Tuhan, kami meminta:

Jadilah tempat perlindungan bagi keluarga.

Jadilah kekuatan bagi mereka.

Ketika hati mereka terguncang, teguhkan mereka.

Ketika mereka tidak mengerti, berikan mereka iman untuk tetap percaya.

Ketika hari-hari ke depan terasa berat, ingatkan mereka bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan mereka.

Kami menyerahkan keluarga ini ke dalam tangan-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.

Amin.”