KETIKA KITA HARUS MELEPASKAN
KHOTBAH MEMORIAL SERVICE BP. HARDI
SESI 1 — IBADAH PEMBERANGKATAN JENAZAH
Tema:
KETIKA KITA HARUS MELEPASKAN
Ayat Utama:
1 Tesalonika 4:13–14 (TB)
“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.”
PENDAHULUAN
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Hari ini bukanlah hari yang mudah bagi keluarga.
Hari ini kita harus melakukan sesuatu yang tidak pernah mudah:
melepaskan seseorang yang kita kasihi.
Kita berkumpul untuk mengantarkan Bp. Hardi.
Tentu ada kesedihan.
Ada air mata.
Ada kenangan.
Dan itu semua wajar.
Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa orang percaya tidak boleh menangis.
Ketika Lazarus meninggal, bahkan Yesus pun menangis.
Yohanes 11:35 berkata:
“Maka menangislah Yesus.”
Jadi kalau hari ini keluarga menangis, itu bukan berarti iman kita lemah.
Kita menangis karena kita kehilangan seseorang yang kita kasihi.
Tetapi sebagai orang percaya, ada satu perbedaan:
Kita boleh berduka, tetapi kita tidak berduka tanpa pengharapan.
1. KITA BOLEH BERDUKA
1 Tesalonika 4:13 berkata:
“...supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.”
Perhatikan:
Paulus tidak berkata:
“Jangan berdukacita.”
Tetapi:
“Jangan berdukacita seperti orang-orang yang tidak mempunyai pengharapan.”
Artinya, orang percaya tetap dapat merasakan kehilangan.
Kita boleh menangis.
Kita boleh merasa sedih.
Kita boleh merindukan orang yang sudah pergi.
Tetapi di tengah semua itu, kita tahu bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita.
2. KITA HARUS MELEPASKAN, TETAPI KITA TIDAK KEHILANGAN TUHAN
Hari ini kita harus melepaskan Bp. Hardi.
Kita tidak bisa lagi memegang tangannya.
Tidak bisa lagi berbicara dengannya.
Tidak bisa lagi melihatnya seperti sebelumnya.
Dan itu menyakitkan.
Tetapi ada satu hal yang tidak berubah:
Tuhan tetap ada.
Mazmur 23:4 berkata:
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku...”
Perhatikan kata:
“Engkau besertaku.”
Tuhan tidak berjanji bahwa kita tidak akan pernah melewati lembah.
Tetapi Tuhan berjanji:
Dia menyertai kita di dalam lembah.
Karena itu, kepada keluarga Bp. Hardi:
Ketika nanti terasa sepi, ingat Tuhan tetap bersama.
Ketika hati terasa berat, datang kepada Tuhan.
Ketika tidak mengerti mengapa semua ini terjadi, tetap pegang Tuhan.
3. KITA BOLEH MELEPASKAN KARENA KITA MEMILIKI PENGHARAPAN
Dasar pengharapan kita bukan karena kita mengerti semua yang terjadi.
Dasar pengharapan kita adalah Yesus Kristus.
1 Tesalonika 4:14 berkata:
“Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit...”
Yesus mati.
Yesus dikuburkan.
Tetapi Yesus bangkit.
Karena itu kematian bukanlah akhir dari cerita bagi orang yang percaya kepada Kristus.
Dan itulah sebabnya Paulus mengatakan dalam ayat 18:
“Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.”
Hari ini kita saling menguatkan.
Kita saling menghibur.
Bukan dengan mengatakan:
“Jangan menangis.”
Tetapi dengan mengatakan:
“Tetaplah percaya kepada Tuhan.”
UNTUK KELUARGA BP. HARDI
Keluarga yang dikasihi Tuhan,
hari ini kita harus melepaskan.
Tetapi melepaskan bukan berarti melupakan.
Kenangan akan tetap ada.
Kasih akan tetap ada.
Tetapi sekarang kita belajar menyerahkan apa yang tidak bisa kita kendalikan kepada Tuhan.
Mungkin kita tidak memiliki semua jawaban.
Tetapi kita memiliki Tuhan.
Dan terkadang dalam kehidupan:
Tuhan tidak memberikan semua jawaban, tetapi Tuhan memberikan penyertaan-Nya.
Karena itu:
Tetaplah percaya.
Tetaplah berdoa.
Tetaplah pegang Tuhan.
PENUTUP
Sebentar lagi kita akan memberangkatkan Bp. Hardi.
Kita akan melepaskan beliau dari tengah-tengah kita.
Mungkin air mata akan jatuh.
Dan tidak apa-apa.
Tetapi mari kita mengingat tiga hal:
1. KITA BOLEH BERDUKA
Karena kita kehilangan seseorang yang kita kasihi.
2. KITA TIDAK SENDIRIAN
Karena Tuhan menyertai kita di dalam lembah.
3. KITA TETAP MEMILIKI PENGHARAPAN
Karena pengharapan kita ada di dalam Yesus Kristus.
Jadi hari ini kita berkata:
“Tuhan, kami melepaskan Bp. Hardi, tetapi kami tidak melepaskan iman kami kepada-Mu.”
“Kami boleh menangis, tetapi kami tidak kehilangan pengharapan.”
“Kami tidak mengerti semuanya, tetapi kami tetap percaya kepada-Mu.”
DOA
“Tuhan Yesus,
hari ini kami datang dengan hati yang sedih.
Kami mengucap syukur untuk kehidupan Bp. Hardi dan untuk setiap kenangan yang Tuhan berikan kepada keluarga.
Hari ini kami harus melepaskan.
Kuatkan keluarga yang ditinggalkan.
Ketika mereka menangis, hiburkan mereka.
Ketika mereka merasa sepi, ingatkan mereka bahwa Engkau selalu menyertai.
Ketika mereka tidak mengerti, berikan mereka iman untuk tetap percaya.
Kami tidak mengerti semua yang terjadi, tetapi kami percaya kepada-Mu.
Kami menyerahkan Bp. Hardi dan seluruh keluarga ke dalam tangan-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.”