Tetap Memiliki Pengharapan

16 September 2026MemorialPemakaman Natar
100%

KHOTBAH MEMORIAL SERVICE BP. SANDY

Tema:

TETAP MEMILIKI PENGHARAPAN

Ayat Utama:

Yohanes 11:25–26 (TB)

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”


PENDAHULUAN

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita berada di tempat peristirahatan terakhir Bp. Sandy.

Kemarin, mungkin kita masih melihat beliau.

Hari ini kita harus menerima kenyataan bahwa kehidupan jasmaninya sudah berakhir.

Kematian membuat kita berhenti dan menyadari satu hal:

Hidup ini tidak selamanya.

Mazmur 90:12 berkata:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Kematian mengingatkan kita bahwa waktu yang Tuhan berikan kepada kita sangat berharga.

Karena itu, bukan hanya keluarga yang perlu mendengar pesan Tuhan hari ini.

Kita semua perlu mendengarnya.


1. HIDUP INI SEMENTARA

Kita semua memiliki waktu.

Tetapi tidak seorang pun tahu berapa lama waktu yang dimilikinya.

Karena itu jangan menjalani hidup seolah-olah kita memiliki waktu yang tidak terbatas.

Jangan terus berkata:

“Nanti saya akan mencari Tuhan.”

“Nanti saya akan berubah.”

“Nanti saya akan berdamai.”

“Nanti saya akan sungguh-sungguh mengikuti Tuhan.”

Kita tidak tahu berapa banyak “nanti” yang masih kita miliki.

Karena itu Musa berkata:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami...”

Bukan supaya kita takut mati.

Tetapi supaya kita hidup dengan bijaksana.

Kematian Bp. Hardi mengingatkan kita semua:

Gunakanlah hidup yang Tuhan berikan untuk sesuatu yang kekal.


2. YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

Di tengah kematian, Yesus memberikan sebuah pernyataan yang luar biasa.

Yohanes 11:25:

“Akulah kebangkitan dan hidup...”

Perhatikan, Yesus tidak berkata:

“Aku tahu tentang kebangkitan.”

Dia berkata:

“Akulah kebangkitan.”

Pengharapan kita bukan pada keadaan.

Pengharapan kita bukan pada kemampuan kita memahami kematian.

Pengharapan kita ada pada Pribadi Yesus Kristus.

Yesus sendiri mati di kayu salib.

Dia masuk ke dalam kubur.

Tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit.

Karena itu, orang yang percaya kepada Kristus mempunyai pengharapan.

Kematian bukan akhir.


3. KARENA KRISTUS MENANG, KITA TIDAK KEHILANGAN PENGHARAPAN

1 Korintus 15:54 berkata:

“Maut telah ditelan dalam kemenangan.”

Ini adalah dasar pengharapan kita.

Kita tidak mengatakan:

“Kematian tidak menyakitkan.”

Kematian tetap menyakitkan.

Kita menangis.

Kita berduka.

Kita merasa kehilangan.

Tetapi kita tidak berduka tanpa pengharapan.

Mengapa?

Karena Kristus telah menang atas maut.

Paulus bahkan berkata:

“Hai maut di manakah kemenanganmu?”

Artinya:

Maut bukan pemenang terakhir.

Yesus adalah pemenang.


PENGHIBURAN UNTUK KELUARGA

Kepada keluarga Bp. Sandy,

hari ini tentu bukan hari yang mudah.

Akan ada kerinduan.

Akan ada hari-hari ketika keluarga merasa kehilangan.

Tetapi ketika kesedihan itu datang, jangan hanya melihat kepada kehilangan.

Pandanglah kepada Yesus.

Ketika tidak mengerti, tetap percaya.

Ketika menangis, tetap datang kepada Tuhan.

Ketika merasa lemah, tetap pegang Tuhan.

Karena Tuhan yang menyertai keluarga selama ini adalah Tuhan yang juga akan menyertai keluarga dalam hari-hari yang akan datang.


UNTUK KITA SEMUA

Dan kepada kita semua yang hadir,

hari ini Tuhan sedang mengajukan sebuah pertanyaan yang sama seperti yang Yesus tanyakan kepada Marta:

“Percayakah engkau akan hal ini?”

Pertanyaannya bukan:

“Apakah orang lain percaya?”

Tetapi:

“Apakah engkau percaya kepada Yesus?”

Mungkin ada yang selama ini belum sungguh-sungguh mengenal Yesus.

Hari ini adalah kesempatan untuk datang kepada-Nya.

Karena Yesus berkata:

“Akulah kebangkitan dan hidup.”

Pengharapan kita bukan pada diri kita sendiri.

Pengharapan kita ada di dalam Yesus.


PENUTUP

Saudara-saudara,

hari ini kita mengantar Bp. Sandy ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Kita berduka.

Kita menangis.

Tetapi kita tidak kehilangan pengharapan.

Karena:

Hidup ini sementara.

Yesus adalah kebangkitan dan hidup.

Maut bukan pemenang terakhir.

Karena itu, mari kita jalani hidup ini dengan iman.

Mari kita tetap memegang Tuhan.

Dan bagi kita yang belum mengenal Yesus secara pribadi:

Hari ini datanglah kepada-Nya.

Karena hanya di dalam Kristus kita memiliki pengharapan yang melampaui kematian.

DOA

“Tuhan Yesus,

kami menyerahkan keluarga Bp. Sandy ke dalam tangan-Mu.

Kuatkan mereka dalam kesedihan.

Hiburkan mereka dalam kehilangan.

Dan ajar kami semua untuk menghitung hari-hari kami dengan bijaksana.

Tuhan, kami percaya Engkaulah kebangkitan dan hidup.

Karena itu kami mau menaruh pengharapan kami kepada-Mu.

Bagi setiap kami yang belum mengenal Engkau, bukalah hati kami untuk mengenal dan percaya kepada-Mu.

Terima kasih karena maut bukan pemenang terakhir.

Kristus telah menang.

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.

Amin.”


---


Hamba Tuhan menabur pasir ke dalam lobang kubur (pemakaman) atau di atas peti yang akan dikremasi.


“Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama, Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidupnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kejadian 2:7).


Namun suatu saat manusia akan kembali kepada sang Penciptanya. Sambil melemparkan tanah ke dalam lubang kubur) “Yang asalnya daripada tanah, kembali kepada tanah, yang dari debu kembali kepada debu”. (Pengkhotbah 12:7)


Doa berkat bagi keluarga dan hadirin


Acara kemudian diserahkan kepada vendor yang memimpin acara