DIMANA PENGHARAPAN KITA?
KHOTBAH MEMORIAL ALM. BP. DEDDY PO
SESI 2 — IBADAH KREMASI
Tema:
DI MANA PENGHARAPAN KITA?
Ayat Utama:
Roma 8:38–39 (TB)
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, ataupun kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Ayat Pendukung:
Yohanes 11:25 (TB)
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
PENDAHULUAN
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Kita sudah sampai pada bagian terakhir dari rangkaian penghormatan dan perpisahan kepada Alm. Bp. Deddy Po.
Pada sesi pertama kita berbicara tentang:
“Tuhan tetap memegang kita.”
Sekarang kita masuk kepada pertanyaan yang lebih dalam:
“Di mana sebenarnya pengharapan kita?”
Karena ketika seseorang meninggal, kita menyadari bahwa banyak hal yang kita miliki di dunia ini ternyata tidak dapat menjadi dasar pengharapan kita.
Uang tidak dapat menghentikan kematian.
Kepandaian tidak dapat menghentikan kematian.
Kekuasaan tidak dapat menghentikan kematian.
Bahkan manusia tidak dapat mengendalikan kematian.
Lalu:
Di mana pengharapan kita?
Alkitab memberikan jawaban yang jelas:
Pengharapan kita ada di dalam Kristus.
1. MAUT TIDAK DAPAT MEMISAHKAN KITA DARI KASIH ALLAH
Roma 8:38–39 berkata:
“...baik maut, maupun hidup... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Perhatikan kata:
“Maut.”
Paulus tidak mengatakan bahwa maut tidak ada.
Maut itu nyata.
Kematian itu nyata.
Perpisahan itu nyata.
Tetapi Paulus mengatakan sesuatu yang lebih besar:
Maut tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus.
Ini adalah penghiburan yang sangat besar.
Karena ketika kita menghadapi kematian, kita sering merasa bahwa semuanya sudah berakhir.
Tetapi Firman Tuhan mengatakan:
Kasih Allah tidak berakhir.
Keadaan dapat berubah.
Hidup dapat berubah.
Tetapi kasih Allah tetap.
2. PENGHARAPAN KITA ADA PADA YESUS
Yohanes 11:25 berkata:
“Akulah kebangkitan dan hidup...”
Yesus tidak hanya berbicara tentang kebangkitan.
Yesus menyatakan:
“Akulah kebangkitan.”
Artinya pengharapan kita bukan pada sesuatu.
Pengharapan kita ada pada seseorang:
Yesus Kristus.
Mengapa kita dapat berharap?
Karena Yesus sendiri telah menghadapi kematian.
Dia mati di kayu salib.
Dia dikuburkan.
Tetapi Dia bangkit.
Karena itu, kematian bukan akhir bagi orang yang menaruh iman kepada Kristus.
3. KREMASI TIDAK MENGHILANGKAN PENGHARAPAN KITA
Hari ini kita akan melakukan kremasi.
Mungkin bagi sebagian orang, kremasi menimbulkan pertanyaan:
“Apa yang terjadi dengan tubuh setelah dikremasi?”
Tetapi pengharapan Kristen tidak bergantung pada kondisi tubuh kita setelah kematian.
Pengharapan kita bergantung pada kuasa Tuhan.
Tuhan yang menciptakan manusia dari debu adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan dan kebangkitan.
Karena itu kita tidak perlu menaruh pengharapan pada tubuh.
Kita menaruh pengharapan pada:
Yesus Kristus.
Yang menjadi dasar iman kita bukan bagaimana tubuh kita diperlakukan setelah kematian.
Dasar iman kita adalah:
Kristus telah mati dan Kristus telah bangkit.
4. KITA TIDAK TAHU SEMUA TENTANG KEKALAN, TETAPI KITA TAHU SIAPA YANG KITA PERCAYA
Ada banyak hal tentang kematian yang tidak dapat kita jawab.
Kita mungkin memiliki pertanyaan yang tidak terjawab.
Tetapi iman tidak berarti mengetahui semua hal.
Iman berarti:
Mempercayai Tuhan meskipun kita tidak mengetahui semuanya.
Seperti seorang anak yang memegang tangan ayahnya.
Dia tidak mengetahui seluruh jalan.
Tetapi dia percaya kepada ayahnya.
Demikian juga kita.
Kita mungkin tidak memiliki semua jawaban tentang kehidupan setelah kematian.
Tetapi kita memiliki Yesus.
Dan Yesus berkata:
“Akulah kebangkitan dan hidup.”
5. HARI INI TUHAN JUGA BERBICARA KEPADA KITA
Saudara-saudara,
hari ini kita berkumpul untuk mengenang dan mengantar Alm. Bp. Deddy Po.
Tetapi jangan sampai kita hanya melihat ke belakang.
Biarlah kematian juga membuat kita melihat ke depan.
Karena suatu hari nanti setiap manusia akan menghadapi kekekalan.
Pertanyaannya:
Di mana pengharapan kita?
Mungkin selama ini pengharapan kita ada pada pekerjaan.
Ada yang berharap kepada uang.
Ada yang berharap kepada keluarga.
Ada yang berharap kepada kekuatan diri sendiri.
Tetapi semua itu terbatas.
Hanya Kristus yang memberikan pengharapan yang melampaui kematian.
6. BAGI YANG BELUM MENGENAL YESUS
Mungkin ada di antara kita yang hadir hari ini tetapi belum sungguh-sungguh mengenal Yesus.
Hari ini Tuhan sedang mengundang kita.
Bukan hanya untuk mengetahui tentang Yesus.
Tetapi untuk percaya kepada Yesus.
Yohanes 11:25 berkata:
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Ini adalah undangan Yesus.
Dan undangan itu bersifat pribadi.
Bukan:
“Apakah keluarga Anda percaya?”
Tetapi:
“Apakah Anda percaya?”
Hari ini mungkin menjadi saat yang tepat untuk berkata:
“Tuhan Yesus, saya mau mengenal Engkau. Saya mau percaya kepada-Mu. Saya mau menyerahkan hidup saya kepada-Mu.”
PENUTUP
Saudara-saudara,
kita akan menyelesaikan rangkaian pemakaman Alm. Bp. Deddy Po.
Kita akan mengenang beliau.
Kita akan merasakan kehilangan.
Tetapi jangan biarkan kematian membuat kita kehilangan pengharapan.
Karena Firman Tuhan berkata:
“Baik maut, maupun hidup... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus.”
Dan Yesus berkata:
“Akulah kebangkitan dan hidup.”
Karena itu, biarlah kita pulang dengan satu pertanyaan:
“DI MANA PENGHARAPAN SAYA?”
Kalau pengharapan kita selama ini ada pada dunia:
Mari pindahkan pengharapan itu kepada Kristus.
Kalau kita selama ini mengandalkan diri sendiri:
Mari belajar mengandalkan Tuhan.
Dan kalau kita belum mengenal Yesus:
Hari ini datanglah kepada-Nya.
Karena di dalam Kristus ada kasih.
Di dalam Kristus ada keselamatan.
Dan di dalam Kristus ada pengharapan yang melampaui kematian.
DOA PENUTUP
“Tuhan Yesus,
kami bersyukur untuk kesempatan berkumpul dan mengenang kehidupan Alm. Bp. Deddy Po.
Kami menyerahkan seluruh keluarga ke dalam tangan-Mu.
Berikan penghiburan dan kekuatan.
Biarlah mereka terus merasakan kasih dan penyertaan-Mu.
Tuhan, kami mengakui bahwa hidup manusia terbatas.
Tetapi kasih-Mu tidak terbatas.
Maut tidak dapat memisahkan kita dari kasih-Mu yang ada di dalam Kristus.
Karena itu kami mau menaruh pengharapan kami kepada-Mu.
Bagi setiap orang yang belum mengenal Engkau, bukalah hati mereka.
Biarlah melalui peristiwa hari ini mereka mengenal Yesus Kristus, yang adalah kebangkitan dan hidup.
Kami menyerahkan seluruh hidup kami kepada-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.”
---
Hamba Tuhan menabur pasir ke dalam lobang kubur (pemakaman) atau di atas peti yang akan dikremasi.
“Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama, Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidupnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kejadian 2:7).
Namun suatu saat manusia akan kembali kepada sang Penciptanya. Sambil melemparkan tanah ke dalam lubang kubur) “Yang asalnya daripada tanah, kembali kepada tanah, yang dari debu kembali kepada debu”. (Pengkhotbah 12:7)
Doa berkat bagi keluarga dan hadirin
Acara kemudian diserahkan kepada vendor yang memimpin acara