HARAPAN MASIH ADA
HARAPAN MASIH ADA
Shalom, Bapak/Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Hari ini kita berkumpul mengenang Bapak Hardy. Kehilangan memang berat, kenangan masih terasa, dan hati sering kali kembali sedih. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita: selama Tuhan masih ada, harapan juga masih ada.
Kita akan belajar dari kebenaran Firman Tuhan di Ratapan 3:21–26
Latar Belakang
Kitab Ratapan ditulis oleh Nabi Yeremia setelah kehancuran Yerusalem. Ia melihat penderitaan bangsanya, kesedihan, dan kehancuran. Namun di tengah air mata itu, Yeremia berkata:
“Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! TUHAN adalah bagianku, kata jiwaku; oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” (Ratapan 3:21–26)
Pesan Utama
1. Harapan di Tengah Kehilangan
Yeremia tidak menulis ayat ini ketika keadaan baik, tetapi di tengah kehancuran. Demikian juga keluarga kita: kehilangan nyata, tetapi Tuhan tetap ada. Karena itu, harapan masih ada.
2. Rahmat Tuhan Selalu Baru
Firman berkata: “Rahmat-Nya selalu baru tiap pagi.” Artinya, setiap hari Tuhan memberi kekuatan yang cukup untuk hari ini. Besok, Ia akan memberi lagi. Kita tidak perlu kuat untuk setahun ke depan, cukup percaya Tuhan hari demi hari.
3. Tuhan adalah Bagian Kita
Yeremia berkata: “TUHAN adalah bagianku.” Kehidupan boleh berubah, orang yang kita kasihi boleh pergi, tetapi Tuhan tidak pernah berubah. Dialah sumber pengharapan sejati.
4. Baik Menanti Pertolongan Tuhan
Firman menutup dengan: “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” Menangis boleh, berduka wajar, tetapi tetaplah menanti dengan iman. Pertolongan Tuhan pasti datang pada waktunya.
Aplikasi untuk Keluarga
- Kehilangan Bapak Hardy memang menyisakan ruang kosong.
- Tetapi jangan berhenti di halaman kehilangan. Masih ada halaman berikutnya yang Tuhan tulis.
- Izinkan diri berduka, tetapi jangan kehilangan pengharapan.
- Tetaplah melangkah, karena Tuhan memberi rahmat baru setiap pagi.
- Percayalah, masa depan keluarga ada dalam tangan Tuhan.
Penutup
Hari ini kita mengenang Bapak Hardy, tetapi kita juga merayakan satu kebenaran: Tuhan masih memegang keluarga ini.
Maka mari kita ingat tiga hal:
- Harapan tetap ada karena Tuhan setia.
- Rahmat-Nya selalu baru tiap pagi.
- Baik menanti pertolongan Tuhan dengan iman.
Karena itu, meski ada air mata, tetapi ijinkan kita pulang dengan pengharapan. Meski ada kehilangan, tetapi ijinkan kita pulang dengan iman. Dan selama Tuhan masih ada… HARAPAN MASIH ADA.
Amin.