MENJADI SATU & BERTUMBUH BERSAMA
MENJADI SATU & BERTUMBUH BERSAMA
Kejadian 2:24
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Pembukaan
Shalom Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita menyaksikan bukan hanya dua orang yang saling mencintai, tetapi dua orang yang berjanji untuk menjalani hidup bersama di hadapan Tuhan.
Pernikahan bukan hanya tentang hari yang indah ini. Pernikahan adalah perjalanan panjang. Akan ada masa sukacita, tetapi juga tantangan. Akan ada saat tertawa bersama, tetapi juga saat berbeda pendapat.
Karena itu pernikahan bukan hanya berkata, "Aku mencintaimu," tetapi juga berkata, "Aku tetap memilihmu dalam segala keadaan."
Hari ini kita belajar tema:
"Menjadi Satu, Bertumbuh Bersama."
1. Pernikahan Adalah Rancangan Tuhan
Kejadian 2:18 berkata:
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Pernikahan bukan ide manusia, melainkan rancangan Tuhan.
Karena itu pernikahan Kristen tidak hanya dibangun di atas perasaan, tetapi di atas komitmen kepada Tuhan dan kepada pasangan.
Perasaan bisa berubah, tetapi kasih yang berakar dalam Tuhan akan tetap bertahan.
Pisahkan Tuhan dari pernikahan. Maka kita akan mendapati neraka di bumi. Tetapi jika Yesus ada di tengah-tengah keluarga kita maka sorga pun turun ke bumi.
2. Menjadi Satu Tim
Kejadian 2:24 berkata:
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Bersatu dengan isterinya.
Pernikahan bukan:
Suami vs Istri
Tetapi:
Suami dan Istri vs Masalah
Jangan melihat pasangan sebagai lawan.
Ketika ada masalah, hadapilah bersama.
Ketika ada kekurangan, perbaikilah bersama.
Ketika ada pergumulan, berdoalah bersama.
Karena Tuhan mempersatukan kalian untuk berjalan sebagai satu tim.
3. Menjadi Satu Bukan Berarti Harus Sama
Setiap orang memiliki kepribadian, cara berpikir, dan kebiasaan yang berbeda.
Menjadi satu bukan berarti kehilangan perbedaan.
Menjadi satu berarti sekalipun berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama.
Dan tujuan itu adalah:
Mengikuti Kristus bersama-sama.
4. Tuhan Harus Menjadi Pusat Pernikahan
Pengkhotbah 4:12 berkata:
"Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan."
Dalam pernikahan ada tiga pihak:
- Suami
- Istri
- Tuhan
Jika Tuhan menjadi pusat rumah tangga, maka ketika badai datang, pernikahan tetap kuat.
Semakin dekat kepada Tuhan, semakin mudah untuk mengasihi, mengampuni, dan memahami pasangan.
5. Jangan Pernah Berhenti Berkomunikasi dan Mengampuni
Salah satu ancaman terbesar dalam pernikahan bukan selalu masalah besar, tetapi hati yang mulai menjauh.
Karena itu:
- Belajarlah berbicara dengan jujur.
- Belajarlah mendengar dengan kasih.
- Cepat meminta maaf.
- Cepat mengampuni.
Jangan biarkan luka kecil menjadi kepahitan yang besar.
6. Tetap Setia di Setiap Musim Kehidupan
Dalam pernikahan akan ada berbagai musim:
- Musim sukacita dan kesulitan.
- Musim sehat dan sakit.
- Musim berkelimpahan dan kekurangan.
Komitmen pernikahan adalah:
"Aku tidak menikah denganmu hanya untuk musim yang baik, tetapi untuk melewati semua musim kehidupan bersamamu."
Dan dalam setiap musim, Tuhan tetap setia.
Tiga Hal yang Harus Selalu Diingat
1. Jangan berperang satu sama lain
Berperanglah bersama menghadapi masalah.
2. Jangan berhenti memilih
Kasih bukan hanya perasaan, tetapi keputusan untuk terus memilih pasangan setiap hari.
3. Jangan jauh dari Tuhan
Pernikahan yang kuat adalah pernikahan yang menjadikan Kristus sebagai pusat.
Penutup
Alvin dan Aimi,
Hari ini kalian memulai perjalanan yang baru.
Hidup tidak akan selalu mudah, tetapi Tuhan yang telah membawa kalian sampai hari ini akan terus menyertai kalian.
Ketika tidak mengerti satu sama lain, berbicaralah.
Ketika terluka, ampunilah.
Ketika lelah, tetap berjalan bersama.
Dan ketika menghadapi tantangan, jangan berjalan sendiri, berjalanlah bersama Tuhan.
Kiranya rumah tangga kalian menjadi rumah yang dipenuhi kasih, damai sejahtera, dan hadirat Tuhan.
Jadilah satu. Bertumbuhlah bersama. Dan jadikan Kristus pusat rumah tangga kalian.
Tuhan Yesus memberkati pernikahan Alvin dan Aimi. Amin.