See What Jesus Sees

16 Agustus 2026AOGGMS Lampung
100%

DIVINE COMPASSION

SEE WHAT JESUS SEES


Ayat utama: Matius 9:36–38

Ayat pendukung: Lukas 10:33–37; Lukas 15:20; Kolose 3:12

BIG IDEA

Ketika kita belajar melihat generasi seperti Yesus melihatnya, hati kita akan tergerak untuk melakukan sesuatu bagi generasi tersebut.


Kalimat kunci

“Divine Compassion begins when we stop judging what we see and start seeing what Jesus sees.”


I. PEMBUKAAN — APA YANG KITA LIHAT?

Saya ingin mulai dengan sebuah pertanyaan:

“Ketika kamu melihat generasi kamu hari ini, apa yang kamu lihat?”

Coba pikirkan.

Ketika kita melihat anak muda yang:

  1. suka tawuran,
  2. kecanduan game,
  3. kecanduan media sosial,
  4. pornografi,
  5. pergaulan bebas,
  6. malas sekolah,
  7. tidak mau ke gereja,
  8. memberontak kepada orang tua,
  9. hidup tanpa arah,

apa yang muncul dalam hati kita?

Mungkin:

“Generasi ini rusak.”

“Anak-anak sekarang memang beda.”

“Mereka tidak punya moral.”

“Sudah tidak bisa diubah.”

Tetapi hari ini kita akan melihat sesuatu yang berbeda.

Bukan:

Bagaimana kita melihat generasi ini?

Tetapi:

Bagaimana YESUS melihat generasi ini?

Karena bisa jadi...

apa yang kita lihat adalah masalah, tetapi apa yang Yesus lihat adalah seseorang yang membutuhkan belas kasihan.


II. YESUS MELIHAT

Matius 9:36

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.


Perhatikan kata pertama:

“Melihat.”

Yesus melihat.

Tetapi Yesus tidak sekadar melihat dengan mata.

Yesus melihat hati manusia.

Orang banyak itu mungkin hanya terlihat sebagai:

“kerumunan.”

Tetapi bagi Yesus, mereka adalah:

jiwa-jiwa.

Mereka bukan angka.

Mereka bukan statistik.

Mereka bukan masalah.

Mereka adalah manusia yang dikasihi Allah.


III. KITA SERING MELIHAT PERMUKAAN

Media sosial mengajarkan kita melihat orang dari apa yang mereka tampilkan.

Kita melihat:

  1. foto,
  2. pakaian,
  3. prestasi,
  4. jumlah followers,
  5. gaya hidup,
  6. pencapaian.

Tetapi kita tidak selalu melihat:

apa yang terjadi di balik layar.

Seseorang bisa upload:

“I'm happy!”

Tetapi malamnya menangis sendirian.

Seseorang bisa terlihat percaya diri.

Tetapi sebenarnya merasa tidak berharga.

Seseorang terlihat sangat aktif.

Tetapi sebenarnya sangat kesepian.

Seseorang terlihat rebellious.

Tetapi sebenarnya sedang berteriak:

“Tolong lihat saya.”


IV. YESUS MELIHAT LEBIH DALAM

Matius 9:36

“...karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”


Ini sangat menarik.

Yesus tidak berkata:

“Mereka malas.”

Yesus tidak berkata:

“Mereka bodoh.”

Yesus tidak berkata:

“Mereka pantas mendapatkan apa yang mereka alami.”

Yesus melihat:

“Mereka lelah.”

Dan:

“Mereka terlantar.”


V. GENERASI INI LELAH

Kita hidup di generasi yang sangat terkoneksi.

Tetapi banyak orang sangat kesepian.

Kita punya:

  1. smartphone,
  2. internet,
  3. media sosial,
  4. chat,
  5. video call.

Tetapi banyak anak muda tetap merasa:

“Tidak ada yang benar-benar mengerti saya.”

Ada tekanan untuk:

  1. sukses,
  2. terlihat keren,
  3. punya pasangan,
  4. punya masa depan,
  5. punya uang,
  6. punya penampilan tertentu,
  7. punya pencapaian.

Dan akhirnya muncul pertanyaan:

“Apakah saya cukup?”


VI. GENERASI INI TERLANTAR

Kata “terlantar” menggambarkan seseorang yang:

tidak memiliki arah.

Tidak tahu:

  1. siapa dirinya,
  2. untuk apa hidupnya,
  3. ke mana hidupnya berjalan,
  4. apa tujuan hidupnya.

Dan di sinilah tragedi terbesar terjadi.

Seseorang bisa memiliki:

banyak followers tetapi tidak memiliki arah.

banyak teman tetapi tidak memiliki komunitas.

banyak informasi tetapi tidak memiliki hikmat.

banyak hiburan tetapi tidak memiliki sukacita.

banyak pilihan tetapi tidak tahu tujuan.


VII. YESUS TIDAK MENGHAKIMI MEREKA

Ini yang membuat Divine Compassion berbeda.

Yesus melihat kondisi mereka.

Tetapi respons-Nya:

“tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan.”

Compassion berarti:

Aku melihat penderitaanmu, dan hatiku tidak bisa diam.

Ini berbeda dengan:

“Kasihan ya.”

Lalu kita pergi.

Compassion berkata:

“Apa yang bisa saya lakukan?”


VIII. SEE → FEEL → RESPOND

Kita bisa melihat Divine Compassion dalam tiga tahap:

1. SEE — Melihat

Yesus melihat.

2. FEEL — Hati tergerak

Yesus memiliki belas kasihan.

3. RESPOND — Bertindak


Matius 9:37–38:

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."


Yesus berbicara tentang pekerja-pekerja yang dibutuhkan untuk tuaian.

Artinya compassion membawa kepada respons.


IX. ILLUSTRASI — LUKA DI JALAN

Dalam Lukas 10, Yesus menceritakan seseorang yang dirampok dan ditinggalkan hampir mati.

Ada orang Lewi.

Ada imam.

Mereka melihat.

Tetapi mereka tidak berhenti.

Kemudian datang orang Samaria.

Lukas 10:33

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.


“...tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.”

Perbedaannya bukan siapa yang melihat.

Semua melihat.

Perbedaannya:

Ada yang melihat lalu pergi.

Ada yang melihat lalu berhenti.

Divine Compassion membuat kita berhenti.


X. YOUTH: SIAPA YANG ADA DI SEKITARMU?

Sekarang saya ingin membawa ini sangat dekat.

Di sekolahmu.

Di kampusmu.

Di tempat kerjamu.

Di komunitasmu.

Di gerejamu.

Ada orang yang mungkin sedang:

kesepian.

Ada yang:

depresi dalam pergumulan hidupnya.

Ada yang:

bermasalah dengan keluarganya.

Ada yang:

kecanduan sesuatu.

Ada yang:

kehilangan arah.

Ada yang:

jauh dari Tuhan.

Pertanyaannya:

Apakah kita melihat mereka seperti Yesus melihat mereka?

Atau kita hanya berkata:

“Dia memang begitu.”


XI. JANGAN LABELI ORANG — LIHAT JIWANYA

Kita sangat mudah memberi label.

“Dia anak nakal.”

“Dia toxic.”

“Dia aneh.”

“Dia terlalu bebas.”

“Dia tidak rohani.”

Tetapi Yesus melihat lebih dalam.

Di balik perilaku seseorang mungkin ada:

luka.

Di balik kemarahan mungkin ada:

penolakan.

Di balik kesombongan mungkin ada:

rasa tidak aman.

Di balik pemberontakan mungkin ada:

kebutuhan untuk dicintai.

Kita tidak membenarkan dosa.

Tetapi kita belajar melihat manusia dengan belas kasihan.


XII. DIVINE COMPASSION DIMULAI DARI HATI YANG SUDAH MENGALAMI KASIH TUHAN

Kita tidak bisa memberikan sesuatu yang tidak kita alami.

Kalau kita sendiri belum memahami belas kasihan Tuhan, kita akan mudah menghakimi orang lain.

Tetapi ketika kita sadar:

“Tuhan mengampuni saya.”

“Tuhan menerima saya.”

“Tuhan tidak meninggalkan saya.”

Maka kita belajar memberikan hal yang sama kepada orang lain.


XIII. KITA SEMUA PERNAH MENJADI “ORANG YANG TERLANTAR”

Ini penting untuk Youth.

Sebelum kita merasa lebih baik daripada orang lain, ingat:

Kita juga pernah tersesat.

Kita juga pernah salah.

Kita juga pernah jauh.

Kita juga pernah membutuhkan pengampunan.

Dan Tuhan datang kepada kita dengan belas kasihan.

Karena itu:

Orang yang sudah menerima compassion Tuhan dipanggil untuk membawa compassion Tuhan.


XIV. DIVINE COMPASSION BUKAN BERARTI MEMBENARKAN SEMUA HAL

Ini perlu ditekankan.

Belas kasihan bukan:

“Tidak apa-apa, lakukan saja.”

Yesus penuh kasih.

Tetapi Yesus juga memanggil manusia kepada pertobatan.

Compassion berkata:

“Aku mengasihimu terlalu besar untuk membiarkanmu tetap hancur.”

Jadi:

Kasih tanpa kebenaran → permisif.

Kebenaran tanpa kasih → menghakimi.

Tetapi:

Kebenaran + kasih = compassion seperti Kristus.


XV. JESUS DIDN'T JUST FEEL COMPASSION — HE ACTED

Yesus tidak hanya melihat orang banyak.

Dia mengajar.

Dia menyembuhkan.

Dia memberi makan.

Dia menyentuh orang yang ditolak.

Dia menerima orang berdosa.

Dan akhirnya:

Dia menyerahkan hidup-Nya di kayu salib.

Salib adalah demonstrasi terbesar Divine Compassion.


Roma 5:8:

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.


Kita tidak diselamatkan karena kita layak.

Kita diselamatkan karena:

God had compassion on us.


XVI. SEKARANG COMPASSION ITU HARUS MENGALIR MELALUI KITA

Pertanyaannya bukan hanya:

“Apakah Tuhan mengasihi saya?”

Jawabannya:

Ya.

Pertanyaan berikutnya:

“Siapa yang Tuhan ingin saya kasihi?”


XVII. TIGA CARA PRAKTIS MENJADI GENERASI YANG MEMILIKI DIVINE COMPASSION

1. SEE SOMEONE

Minggu ini, cari satu orang yang biasanya tidak Anda perhatikan.

Teman yang pendiam.

Teman yang sendirian.

Teman yang sering dianggap aneh.

Teman yang mungkin sedang menjauh.

Lihat dia.

Tanya:

“Kamu baik-baik saja?”

Jangan langsung memberikan nasihat.

Dengarkan.


2. STOP FOR SOMEONE

Seperti orang Samaria.

Jangan terlalu sibuk dengan hidup sendiri sehingga tidak punya waktu untuk orang lain.

Mungkin seseorang membutuhkan:

  1. waktu,
  2. percakapan,
  3. doa,
  4. bantuan,
  5. pengampunan.

Berhenti.


3. PRAY FOR SOMEONE

Bawa seseorang kepada Tuhan.

Mungkin ada teman yang belum mengenal Yesus.

Jangan hanya berkata:

“Dia harus berubah.”

Mulailah berkata:

“Tuhan, ubahlah hidupnya. Dan pakai saya untuk menjadi bagian dari jawabannya.”


XVIII. MISSION FOR THIS WEEK

Saya ingin memberikan tantangan sederhana:

1–1–1 CHALLENGE

1 orang

Pilih satu orang yang membutuhkan compassion.

1 tindakan

Lakukan satu tindakan nyata untuk menunjukkan kasih.

1 doa

Doakan orang itu setiap hari selama satu minggu.

Bukan untuk menjadi pahlawan.

Tetapi untuk belajar:

See what Jesus sees.


XIX. CHALLENGE UNTUK YOUTH

Saya ingin bertanya:

Kalau Yesus melihat sekolahmu, apa yang Yesus lihat?

Kalau Yesus melihat kampusmu, apa yang Yesus lihat?

Kalau Yesus melihat circle pertemananmu, apa yang Yesus lihat?

Kalau Yesus melihat generasi ini, apa yang Yesus lihat?

Dan kemudian:

Apakah mata kita mulai melihat hal yang sama?

Mungkin kita melihat:

masalah.

Yesus melihat:

jiwa.

Kita melihat:

anak nakal.

Yesus melihat:

anak yang terluka.

Kita melihat:

orang yang jauh dari Tuhan.

Yesus melihat:

orang yang membutuhkan Gembala.


===

MINISTRY TIME : LORD I GIVE YOU MY HEART

===


XX. ALTAR CALL — “LORD, GIVE ME YOUR HEART”

Hari ini altar call bukan hanya untuk orang yang membutuhkan pertolongan.

Saya ingin mengundang dua kelompok.

KELOMPOK PERTAMA

Mungkin Anda sendiri sedang merasa:

“Saya lelah.”

“Saya kehilangan arah.”

“Saya merasa sendirian.”

“Saya merasa Tuhan jauh.”

Kalau itu Anda:

Yesus melihat Anda.

Anda tidak invisible bagi Tuhan.

Anda tidak terlupakan.

Anda tidak terlalu jauh.

Datanglah kepada Yesus.

Dia memiliki compassion atas hidup Anda.


KELOMPOK KEDUA

Saya ingin berbicara kepada Youth yang berkata:

“Tuhan, pakai saya untuk generasi saya.”

Bukan:

“Tuhan, berikan saya popularitas.”

Bukan:

“Tuhan, buat saya terkenal.”

Tetapi:

“Tuhan, berikan saya hati-Mu.”

“Biarkan saya melihat apa yang Engkau lihat.”

“Biarkan saya mengasihi mereka yang sulit dikasihi.”

“Biarkan saya berhenti untuk mereka yang membutuhkan.”

“Gunakan hidup saya untuk membawa mereka kepada-Mu.”

Kalau itu kerinduan Anda:

Mari maju ke depan.


XXI. DOA ALTAR CALL

“Tuhan Yesus,

hari ini kami datang kepada-Mu.

Terima kasih karena Engkau melihat kami.

Ketika kami merasa tidak dilihat orang lain,

Engkau melihat kami.

Ketika kami merasa sendirian,

Engkau ada bersama kami.

Ketika kami merasa tidak memiliki arah,

Engkau adalah Gembala kami.

Tuhan, kami menerima kasih dan belas kasihan-Mu.

Tetapi hari ini kami juga meminta:

Berikan kami hati-Mu.

Ajarlah kami melihat seperti Engkau melihat.

Ketika kami melihat orang yang berbeda,

berikan kami compassion.

Ketika kami melihat orang yang terluka,

berikan kami compassion.

Ketika kami melihat orang yang tersesat,

berikan kami compassion.

Ketika kami melihat orang yang melakukan kesalahan,

berikan kami hati yang tidak menghakimi tetapi membawa mereka kepada kebenaran.

Tuhan, pakai generasi ini.

Pakailah kami di sekolah.

Pakailah kami di kampus.

Pakailah kami di tempat kerja.

Pakailah kami di media sosial.

Pakailah kami di keluarga.

Pakailah kami di gereja.

Kami tidak mau hanya menjadi generasi yang melihat masalah.

Kami mau menjadi generasi yang menjadi jawaban.

Berikan kami:

Your eyes.

Your heart.

Your hands.

Agar Divine Compassion-Mu mengalir melalui hidup kami.

Dalam nama Yesus.

Amin.”


XXII. PENUTUP

Kembali ke Matius 9:36.

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan...”

Hari ini kita belajar:

SEE

Lihat seperti Yesus.

FEEL

Rasakan apa yang Yesus rasakan.

RESPOND

Lakukan apa yang Yesus ingin kita lakukan.

Karena:

Compassion is not just seeing someone's pain.

Compassion is allowing God's heart to move us toward that person.

Dan saya ingin Youth pulang dengan satu kalimat:

“I WILL SEE WHAT JESUS SEES.”

Bukan hanya:

“Tuhan, kasihanilah generasi ini.”

Tetapi:

“Tuhan, jadikan saya saluran compassion-Mu bagi generasi ini.”

DIVINE COMPASSION

SEE WHAT JESUS SEES


TUTUP DOA --> JEMAAT DUDUK --> KELUAR