BERITA INJIL dalam 1 Kata "DITERIMA"

27 September 2026Umum 3GMS LAMPUNG
100%

Shalom Bapak/Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan!

Apa kabarnya hari ini?

Puji Tuhan!

Dapat salam dari Gembala kita yang terkasih, Ps. Eddy Yanto. Beliau sedang bersama istri melayani di GMS BSD.

Dan saya percaya sekalipun beliau tidak berada bersama kita secara fisik hari ini, hati dan doa beliau tetap bersama keluarga besar GMS Lampung.

Bapak/Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan,

Sepanjang bulan September ini kita mempunyai satu tema besar:

BULAN INJIL & AMANAT AGUNG


Sepanjang hari ini saya akan menyampaikan 1 tema besarnya


BERITA INJIL DALAM 1 KATA :

UMUM 1 - DIKASIHI

UMUM 2 - DIAMPUNI

UMUM 3- DITERIMA


Ini adalah bulan di mana kita kembali diingatkan tentang panggilan kita sebagai gereja.

Gereja bukan hanya tempat kita datang.

Gereja bukan hanya tempat kita beribadah.

Gereja bukan hanya tempat kita menerima firman.

Tetapi gereja adalah umat Tuhan yang dipanggil untuk membawa Injil kepada dunia.

Kita tidak hanya dipanggil untuk menerima kasih Tuhan.

Kita dipanggil untuk membawa kasih Tuhan.

Kita tidak hanya dipanggil untuk mengalami keselamatan.

Kita dipanggil untuk membawa orang lain kepada keselamatan.


PERNAHKAH KITA MERASA TIDAK DITERIMA?

Bapak/Ibu,

Pernahkah kita masuk ke sebuah ruangan dan tiba-tiba merasa:

“Kayaknya saya tidak cocok di sini.”

Atau kita bertemu dengan orang-orang baru dan mulai membandingkan diri:

“Mereka lebih sukses.”

“Mereka lebih pintar.”

“Mereka lebih rohani.”

“Mereka lebih percaya diri.”

“Mereka lebih diterima.”

Akhirnya kita mulai memakai topeng.

Kita tersenyum walaupun sedang hancur.

Kita berkata:

“Saya baik-baik saja.”

Padahal sebenarnya tidak.

Kita berkata:

“Tidak apa-apa.”

Padahal hati kita sedang terluka.

Karena ada satu pertanyaan yang sering muncul di dalam hati manusia:

“Kalau mereka benar-benar tahu siapa saya, apakah mereka masih mau menerima saya?”

Kalau mereka tahu masa lalu saya?

Kalau mereka tahu kegagalan saya?

Kalau mereka tahu dosa saya?

Kalau mereka tahu kelemahan saya?

Kalau mereka tahu semua yang pernah saya lakukan?

Apakah mereka masih mau menerima saya?

Bapak/Ibu,

Kebutuhan untuk diterima adalah kebutuhan yang sangat dalam di dalam hati manusia.

Kita ingin punya tempat.

Kita ingin punya keluarga.

Kita ingin punya orang-orang yang berkata:

“Kamu boleh berada di sini.”

“Kamu tidak sendirian.”

“Kami menerima kamu.”

Dan ternyata perasaan seperti ini bukan hanya dialami manusia zaman sekarang.

Ada satu orang di dalam Alkitab yang sangat memahami bagaimana rasanya tidak diterima.

Namanya:

ZAKHEUS.


ZAKHEUS: ORANG YANG ADA DI TENGAH KERAMAIAN, TETAPI SENDIRIAN

Lukas 19:1–2 berkata:

“Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.”

Kalau kita melihat Zakheus dari luar, sebenarnya hidupnya kelihatan baik.

Dia punya jabatan.

Dia punya uang.

Dia seorang yang kaya.

Dia dikenal banyak orang.

Tetapi ada masalah besar dalam hidupnya:

dia tidak diterima oleh masyarakat.

Mengapa?

Karena dia seorang pemungut cukai.

Profesi ini membuat dia dipandang negatif oleh masyarakat Yahudi pada zaman itu.

Jadi mungkin Zakheus punya banyak uang...

tetapi belum tentu punya banyak teman.

Dia mungkin dikenal banyak orang...

tetapi belum tentu dikasihi banyak orang.

Dia ada di tengah keramaian...

tetapi mungkin hatinya kesepian.

Dan bukankah hal seperti ini masih terjadi hari ini?

Ada orang yang punya banyak teman di media sosial...

tetapi merasa sendirian.

Ada orang yang setiap hari berada di tengah banyak orang...

tetapi merasa tidak ada seorang pun yang benar-benar mengenalnya.

Ada orang yang setiap minggu datang ke gereja...

tetapi diam-diam bertanya:

“Apakah saya benar-benar punya tempat di sini?”


ZAKHEUS INGIN MELIHAT YESUS

Lukas 19:3 berkata:

“Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.”

Saya suka satu kalimat:

“Ia berusaha untuk melihat...”

Ada sesuatu di dalam diri Zakheus yang ingin melihat Yesus.

Mungkin dia sudah mendengar tentang Yesus.

Mungkin dia mendengar bahwa Yesus menyembuhkan orang.

Mungkin dia mendengar bahwa Yesus menerima orang-orang yang ditolak.

Mungkin dalam hatinya ada pertanyaan:

“Siapakah Yesus ini?”

Dan mungkin lebih dalam lagi:

“Apakah Yesus juga mau menerima orang seperti saya?”

Tetapi Zakheus menghadapi masalah.

Ada orang banyak.

Dia pendek.

Dia tidak bisa melihat Yesus.


KADANG-KADANG ORANG YANG INGIN DATANG KEPADA YESUS TERHALANG OLEH ORANG LAIN

Bapak/Ibu,

Ini bagian yang perlu kita renungkan.

Zakheus ingin melihat Yesus.

Tetapi ada kerumunan yang menghalangi.

Jangan-jangan ada orang di sekitar kita yang sebenarnya ingin mengenal Yesus...

tetapi pengalaman mereka dengan orang percaya justru membuat mereka semakin jauh.

Mungkin mereka pernah dihakimi.

Mungkin mereka pernah ditolak.

Mungkin mereka pernah datang ke gereja tetapi tidak ada yang menyapa.

Mungkin mereka pernah merasa tidak cocok.

Mungkin mereka merasa:

“Orang-orang di gereja ini sudah punya kelompoknya sendiri.”

Dan karena itu mereka mundur.

Bapak/Ibu,

jangan sampai kita menjadi penghalang bagi seseorang untuk melihat Yesus.

Kiranya justru melalui kehidupan kita, orang berkata:

“Saya ingin mengenal Yesus yang mereka kenal.”


ZAKHEUS MEMANJAT POHON

Lukas 19:4:

“Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.”

Bayangkan.

Seorang kepala pemungut cukai.

Seorang yang kaya.

Mungkin orang yang punya posisi.

Tetapi sekarang dia memanjat pohon.

Mengapa?

Karena dia ingin melihat Yesus.

Dia tidak peduli kalau kelihatannya aneh.

Dia hanya ingin melihat.

Dan kemudian...

sesuatu yang luar biasa terjadi.

Yesus berhenti.


YESUS MELIHAT ZAKHEUS

Lukas 19:5:

“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata kepadanya: ‘Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.’”

Perhatikan.

Di tengah begitu banyak orang...

Yesus melihat satu orang.

Zakheus mungkin merasa:

“Tidak ada yang melihat saya.”

Tetapi Yesus melihat dia.

Dan bukan hanya melihat.

Yesus tahu namanya.

“Zakheus.”

Yesus mengenal namanya.

Bapak/Ibu,

mungkin orang lain tidak melihat perjuangan kita.

Orang lain tidak melihat air mata kita.

Orang lain tidak tahu apa yang kita lalui.

Tetapi Tuhan melihat.

Mazmur 139:1 berkata:

“Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku”

Tuhan mengenal kita.

Tuhan tahu kita.

Tuhan melihat hidup kita.

Dan meskipun Tuhan mengetahui seluruh hidup kita...

Dia tetap memanggil kita.


YESUS TIDAK HANYA MEMANGGIL NAMANYA — YESUS DATANG MENDEKAT

Yesus berkata:

“Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Perhatikan.

Yesus tidak hanya berbicara dengan Zakheus dari kejauhan.

Yesus mau datang ke rumahnya.

Rumah adalah tempat pribadi.

Tempat kita tidak perlu memakai topeng.

Tempat kita menjadi diri sendiri.

Dan Yesus berkata:

“Aku mau datang ke rumahmu.”

Inilah keindahan Injil.

Yesus tidak takut mendekati orang yang ditolak orang lain.


ORANG BANYAK BERSUNGUT-SUNGUT

Lukas 19:7 berkata:

“Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ‘Ia menumpang di rumah orang berdosa.’”

Orang banyak melihat Zakheus dari masa lalunya.

Tetapi Yesus melihat apa yang bisa terjadi dalam hidupnya.

Orang banyak berkata:

“Dia orang berdosa.”

Yesus mendekat.

Orang banyak menjaga jarak.

Yesus masuk ke rumahnya.

Orang banyak menolak.

Yesus menerima.

Dan di sinilah kita melihat perbedaan antara penghakiman manusia dan kasih karunia Tuhan.


DITERIMA BUKAN BERARTI DOSA DISETUJUI

Tetapi jangan salah mengerti.

Yesus menerima Zakheus.

Tetapi Yesus tidak berkata:

“Zakheus, semua yang kamu lakukan tidak masalah.”

Tidak.

Penerimaan Kristus tidak berarti Tuhan menyetujui dosa.

Justru karena Yesus menerima Zakheus, Zakheus mengalami perubahan.

Lukas 19:8 berkata:

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ‘Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.’”

Ini luar biasa.

Zakheus berubah.

Tetapi perhatikan urutannya.

Bukan:

Zakheus berubah → Yesus menerima dia.

Tetapi:

Yesus mendekati Zakheus → Zakheus mengalami perjumpaan dengan Yesus → Zakheus berubah.

Jadi:

Penerimaan Kristus menjadi pintu menuju perubahan.

Kasih Tuhan menerima kita sebagaimana kita datang.

Tetapi kasih Tuhan tidak membiarkan kita tetap sama.


PENERIMAAN YESUS MENGUBAH CARA ZAKHEUS HIDUP

Sebelum bertemu Yesus, Zakheus dikenal sebagai pemungut cukai.

Tetapi setelah bertemu Yesus, sesuatu berubah.

Dia mulai memberi.

Dia mulai mengembalikan.

Dia mulai memperhatikan orang lain.

Mengapa?

Karena ketika seseorang mengalami kasih karunia Tuhan, hidupnya tidak lagi berpusat hanya kepada dirinya sendiri.

Dan ini juga berlaku bagi kita.

Ketika kita benar-benar mengalami:

LOVED — saya dikasihi.

FORGIVEN — saya diampuni.

ACCEPTED — saya diterima.

Maka kita tidak lagi hanya berkata:

“Apa yang bisa saya dapatkan?”

Tetapi kita mulai bertanya:

“Apa yang bisa saya berikan?”


YESUS MENGEMBALIKAN IDENTITAS ZAKHEUS

Lukas 19:9:

“Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.’”

Perhatikan:

“orang inipun anak Abraham.”

Masyarakat mungkin melihat:

“Zakheus, pemungut cukai.”

Tetapi Yesus melihat:

“Anak Abraham.”

Masyarakat mendefinisikan dia berdasarkan pekerjaannya.

Yesus berbicara tentang identitasnya.

Ini penting.

Kadang-kadang kita terlalu lama mendefinisikan seseorang berdasarkan kesalahannya.

“Dia yang pernah gagal.”

“Dia yang pernah jatuh.”

“Dia yang dulu seperti itu.”

“Dia orang bermasalah.”

Tetapi ketika seseorang bertemu dengan Kristus, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baru.

Jangan hanya melihat:

siapa dia kemarin.

Lihat:

apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidupnya hari ini.


PUNCAK CERITA ZAKHEUS

Kemudian Lukas 19:10 berkata:

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Ini adalah inti dari cerita Zakheus.

Yesus datang:

mencari.

Yesus datang:

menyelamatkan.

Dan siapa yang dicari?

“Yang hilang.”

Zakheus adalah salah satu dari mereka.

Dan sebenarnya...

kita semua pernah menjadi “yang hilang”.

Kita semua membutuhkan Yesus.

Kita semua membutuhkan kasih karunia.

Kita semua membutuhkan pengampunan.

Kita semua membutuhkan penerimaan.

Dan Yesus datang mencari kita.


KITA ADALAH ZAKHEUS YANG SUDAH DITEMUKAN

Bapak/Ibu,

Ini yang harus kita sadari.

Mungkin hari ini kita datang ke gereja dan berkata:

“Saya sudah lama ikut Tuhan.”

Tetapi jangan lupa:

dulu kita juga pernah menjadi orang yang perlu dicari.

Dulu kita juga jauh.

Dulu kita juga belum mengerti.

Dulu kita juga membutuhkan seseorang yang berkata:

“Mari ikut saya.”

“Mari kenal Yesus.”

“Mari datang ke gereja.”

“Mari masuk CG.”

Dan hari ini kita ada di sini karena ada orang yang membuka jalan bagi kita.

Mungkin seseorang pernah mendoakan kita.

Mungkin seseorang pernah mengajak kita.

Mungkin seseorang pernah menerima kita ketika orang lain menolak.

Sekarang...

giliran kita.


DITERIMA UNTUK MENERIMA

Roma 15:7 berkata:

“Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”

Ini menjadi respons kita.

Karena Kristus telah menerima kita...

kita belajar menerima orang lain.

Karena Kristus telah membuka pintu bagi kita...

kita membuka pintu bagi orang lain.

Karena Kristus telah memberikan tempat bagi kita...

kita memberikan tempat bagi orang lain.

Dan karena kita telah ditemukan...

kita ikut mencari mereka yang masih terhilang.


DI SINILAH CG FUN MENJADI PENTING

Sekarang kita bawa ini ke kehidupan praktis.

CG Fun.

CG Fun bukan hanya tentang games.

Bukan hanya tentang makan.

Bukan hanya tentang tertawa.

Bukan hanya tentang foto bersama.

CG Fun bisa menjadi jembatan Injil.

Bayangkan ada seseorang yang belum pernah datang ke gereja.

Dia mungkin belum siap duduk satu jam mendengar khotbah.

Dia mungkin belum siap membaca Alkitab.

Dia mungkin belum siap berbicara tentang iman.

Tetapi dia mau datang karena ada teman yang berkata:

“Yuk ikut CG Fun.”

Dia datang.

Dia bertemu orang-orang.

Dia makan bersama.

Dia tertawa.

Dia mulai merasa nyaman.

Kemudian ada yang bertanya:

“Kamu apa kabar?”

Untuk pertama kalinya mungkin dia merasa:

“Ternyata ada orang yang peduli kepada saya.”

Hubungan mulai terbentuk.

Dan dari hubungan itu kita punya kesempatan untuk memperkenalkan:

YESUS.


JADILAH “YESUS” YANG DILIHAT ORANG LAIN

Zakheus naik ke pohon untuk melihat Yesus.

Tetapi hari ini orang-orang mungkin tidak melihat Yesus secara fisik.

Mereka melihat:

kita.

Mereka melihat bagaimana kita memperlakukan orang.

Mereka melihat bagaimana kita berbicara.

Mereka melihat apakah kita menghakimi atau menerima.

Mereka melihat apakah kita peduli atau cuek.

Karena itu kita perlu bertanya:

“Ketika seseorang bertemu saya, apakah dia semakin dekat kepada Yesus atau semakin jauh?”

Jangan sampai kita menjadi kerumunan yang menghalangi Zakheus.

Jadilah orang yang membuka jalan.

Jadilah orang yang berkata:

“Mari.”

“Duduk di sini.”

“Makan bersama kami.”

“Ikut CG.”

“Saya akan menemani kamu.”

Dan akhirnya:

“Mari saya perkenalkan kamu kepada Yesus.”


SIAPA “ZAKHEUS” DALAM HIDUP KITA?

Saya ingin memberikan satu tantangan.

Jangan pikirkan sepuluh orang.

Jangan pikirkan lima orang.

Pikirkan:

SATU ORANG.

Siapa satu orang yang Tuhan taruh dalam pikiran Anda?

Mungkin teman kerja.

Mungkin teman sekolah.

Mungkin tetangga.

Mungkin saudara.

Mungkin teman bisnis.

Mungkin teman nongkrong.

Mungkin seseorang yang sudah lama tidak Anda hubungi.

Siapa dia?

Bayangkan wajahnya.

Pikirkan namanya.

Mungkin orang itu sedang kesepian.

Mungkin sedang terluka.

Mungkin sedang mencari jawaban.

Mungkin sedang mencari keluarga.

Dan mungkin Tuhan sedang berkata kepada kita:

“Lihat dia.”

Seperti Yesus melihat Zakheus.


JANGAN HANYA MENDOAKAN — CARI

Doakan dia.

Tetapi jangan berhenti di doa.

Hubungi dia.

Tanyakan kabarnya.

Bangun hubungan.

Ajak makan.

Ajak ngobrol.

Dan kemudian:

“Yuk, ikut CG Fun.”

Tidak perlu memaksa.

Tidak perlu menghakimi.

Tidak perlu merasa harus langsung membuat dia bertobat.

Tugas kita adalah membuka pintu.

Roh Kudus yang bekerja di dalam hatinya.


TIGA HAL YANG KITA PELAJARI DARI ZAKHEUS

Kalau hari ini kita ingin membawa pulang tiga hal, ingat ini:

1. YESUS MELIHAT ORANG YANG TIDAK DILIHAT ORANG LAIN.

Zakheus berada di atas pohon.

Tetapi Yesus melihat dia.

Lukas 19:5

Maka:

Lihat orang yang mungkin tidak dilihat orang lain.


2. YESUS MENERIMA ORANG YANG DITOLAK ORANG LAIN.

Zakheus disebut:

“orang berdosa.”

Tetapi Yesus datang ke rumahnya.

Lukas 19:7

Maka:

Jadilah orang yang membuka pintu, bukan menutup pintu.


3. ORANG YANG DITEMUKAN YESUS DIPANGGIL UNTUK IKUT MENCARI.

Lukas 19:10:

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Kita sudah ditemukan.

Sekarang:

kita ikut mencari.


PENUTUP

Bapak/Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan,

Mungkin hari ini kita datang ke gereja dengan berbagai keadaan.

Ada yang sedang baik-baik saja.

Ada yang sedang berjuang.

Ada yang sedang mengalami masalah.

Ada yang merasa diterima.

Tetapi mungkin ada juga yang diam-diam merasa:

“Saya tidak punya tempat.”

“Saya tidak cukup baik.”

“Saya terlalu banyak gagal.”

“Saya tidak layak datang kepada Tuhan.”

Hari ini saya ingin mengingatkan:

YESUS MELIHAT ANDA.

Seperti Dia melihat Zakheus.

Yesus mengetahui nama Anda.

Yesus mengetahui cerita Anda.

Yesus mengetahui kegagalan Anda.

Yesus mengetahui luka Anda.

Dan Dia tetap berkata:

“Datanglah.”

Bukan karena kita sempurna.

Tetapi karena Dia penuh kasih karunia.


Dan bagi kita yang sudah mengalami kasih Tuhan...

Jangan berhenti di sini.

Jangan hanya berkata:

“Saya sudah diterima.”

Tetapi katakan:

“Saya mau menerima.”

Jangan hanya berkata:

“Saya sudah ditemukan.”

Tetapi katakan:

“Saya mau mencari.”

Jangan hanya berkata:

“Saya sudah punya keluarga.”

Tetapi katakan:

“Saya mau membantu orang lain menemukan keluarga.”


SATU ORANG

Mungkin minggu ini Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar.

Mungkin Tuhan hanya meminta:

satu orang.

Satu orang untuk kita hubungi.

Satu orang untuk kita dengarkan.

Satu orang untuk kita undang.

Satu orang untuk kita bawa ke CG Fun.

Satu orang untuk kita kenalkan kepada Yesus.

Dan mungkin...

orang yang kita undang itu suatu hari nanti akan mengundang orang lain.

Orang yang kita terima itu suatu hari nanti akan menerima orang lain.

Orang yang kita bantu menemukan keluarga itu suatu hari nanti akan membantu orang lain menemukan keluarga.

Dan rantai Injil terus berjalan.


ALTAR CALL

Mari kita tundukkan kepala.

Saya ingin kita melihat kembali diri kita sendiri.

Mungkin ada yang hari ini merasa seperti Zakheus.

Anda merasa jauh.

Anda merasa tidak layak.

Anda merasa tidak diterima.

Anda merasa Tuhan sudah terlalu jauh.

Tetapi hari ini Yesus berkata:

“Aku melihat engkau.”

“Aku mengenal engkau.”

“Datanglah kepada-Ku.”

Dan kepada kita yang sudah lama mengenal Tuhan:

mungkin Tuhan sedang bertanya:

“Siapa Zakheus yang Aku tempatkan di sekitarmu?”

Siapa seseorang yang perlu kita lihat?

Siapa seseorang yang perlu kita dekati?

Siapa seseorang yang perlu kita terima?

Siapa seseorang yang perlu kita undang?

Mungkin hari ini Tuhan sedang memberikan satu nama.

Jangan abaikan nama itu.

Simpan dalam hati.

Doakan.

Hubungi.

Ajak.

Buka pintu.

Dan biarkan Tuhan bekerja.


AKU DITERIMA, MAKA AKU AKAN MENERIMA!

AKU DITEMUKAN, MAKA AKU AKAN MENCARI!

AKU DIBAWA KEPADA YESUS, MAKA AKU AKAN MEMBAWA ORANG LAIN KEPADA YESUS!

AMIN!