BERITA INJIL dalam 1 kata "DIKASIHI"
Shalom Bapak/Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan!
Dapat salam dari Gembala kita yang terkasih Ps. Eddy Yanto. Beliau sedang bersama istri melayani di GMS BSD.
Sepanjang bulan September ini kita mempunyai tema besar "BULAN INJIL & AMANAT AGUNG"
Sepanjang hari ini saya akan menyampaikan 1 tema besarnya
BERITA INJIL DALAM 1 KATA :
UMUM 1 - DIKASIHI
UMUM 2 - DIAMPUNI
UMUM 3- DITERIMA
Saya mau mulai dengan sebuah pertanyaan sederhana:
“Apa yang harus saya lakukan supaya Tuhan mengasihi saya?”
Mungkin tanpa sadar banyak orang hidup dengan pertanyaan itu.
“Kalau saya sudah lebih baik, mungkin Tuhan akan mengasihi saya.”
“Kalau saya sudah tidak jatuh dalam dosa lagi, Tuhan pasti lebih sayang saya.”
“Kalau doa saya dijawab, berarti Tuhan mengasihi saya.”
“Kalau hidup saya berhasil, berarti Tuhan memberkati saya.”
Tetapi Injil membawa kita kepada sebuah kabar yang berbeda.
Kita tidak melakukan sesuatu supaya Tuhan mengasihi kita.
Justru:
Karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita belajar hidup bagi-Nya.
1 Yohanes 4:10
“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”
Perhatikan kalimatnya.
Bukan kita yang terlebih dahulu mengasihi Allah.
Tetapi:
Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita.
Ini dasar Injil.
Kasih Tuhan bukan hadiah karena kita berprestasi.
Kasih Tuhan bukan bonus karena kita berhasil.
Kasih Tuhan bukan upah karena kita sudah cukup baik.
Kasih Tuhan adalah dasar hubungan kita dengan Dia.
1. DUNIA MENGAJARKAN: “KAMU HARUS LAYAK UNTUK DIKASIHI”
Sejak kecil kita sering belajar konsep:
prestasi → penerimaan.
Nilai bagus → dipuji.
Berhasil → dihargai.
Cantik/ganteng → diperhatikan.
Kaya → dihormati.
Berprestasi → diterima.
Akibatnya, tanpa sadar kita membawa sistem itu ke dalam hubungan kita dengan Tuhan.
Kita berpikir:
“Kalau saya baik, Tuhan sayang.”
“Kalau saya gagal, Tuhan kecewa.”
“Kalau saya berdosa, Tuhan menjauh.”
Padahal Roma 5:8 berkata:
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
Perhatikan dua kata:
“MASIH BERDOSA.”
Bukan ketika kita sudah sempurna.
Bukan ketika kita sudah berhasil memperbaiki semua kehidupan kita.
Bukan ketika kita sudah menjadi orang yang layak.
Tetapi:
Ketika kita masih berdosa.
Itulah Injil.
Tuhan tidak berkata,
“Perbaiki dirimu dulu, baru Aku mengasihimu.”
Tuhan datang kepada kita ketika kita masih membutuhkan Dia.
2. KASIH TUHAN TIDAK DIMULAI DARI KITA
1 Yohanes 4:19:
“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Ini penting.
Kasih kita kepada Tuhan adalah respons terhadap kasih Tuhan kepada kita.
Bukan sebaliknya.
Kadang kita berpikir:
“Saya harus lebih mengasihi Tuhan.”
Benar.
Tetapi sering kali masalahnya bukan kita kurang berusaha mengasihi Tuhan.
Masalahnya:
kita belum benar-benar menyadari betapa Tuhan mengasihi kita.
Saya beri gambaran sederhana.
Seorang anak yang tahu bahwa ayahnya mengasihi dia tidak perlu setiap hari bertanya:
“Ayah, apakah saya masih anak Ayah?”
“Ayah, apakah Ayah masih sayang saya?”
“Ayah, apakah kalau saya gagal Ayah akan meninggalkan saya?”
Dia tahu.
Dia aman.
Dia bisa pulang.
Dia tahu bahwa ketika dia jatuh, dia bisa datang kembali.
Dan ketika kita memahami kasih Tuhan, ada sesuatu yang terjadi di dalam hati kita.
Kita tidak lagi hidup untuk membuktikan bahwa kita layak dikasihi.
Kita mulai hidup karena kita sudah dikasihi.
3. SALIB ADALAH BUKTI TERBESAR BAHWA KITA DIKASIHI
Kalau suatu hari kita merasa:
“Tuhan benar-benar mengasihi saya tidak?”
Jangan hanya melihat keadaan.
Jangan hanya melihat saldo rekening.
Jangan hanya melihat kesehatan.
Jangan hanya melihat hubungan.
Jangan hanya melihat masalah.
Lihat salib.
Keadaan berubah.
Perasaan berubah.
Orang bisa berubah.
Tetapi ada satu hal yang menjadi bukti kasih Tuhan yang tidak berubah: SALIB
Yohanes 3:16:
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Perhatikan:
“Begitu besar kasih Allah...”
Kasih itu tidak berhenti sebagai kata-kata.
Allah menunjukkan kasih-Nya melalui pengorbanan Kristus.
Salib adalah deklarasi kasih Allah yang tidak berubah.
Roma 5:8 yang tadi kita baca :
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
Jadi kalau suatu hari perasaan kita berkata:
“Tuhan sudah tidak sayang saya.”
Kita bisa melihat kembali kepada salib dan berkata:
“Tidak. Salib membuktikan bahwa saya dikasihi.”
Kalau suatu hari keadaan berkata:
“Tuhan sudah meninggalkan saya.”
Kita kembali kepada salib.
“Tidak. Salib membuktikan kasih-Nya.”
Karena kasih Tuhan tidak ditentukan oleh keadaan kita.
Kasih Tuhan dibuktikan oleh apa yang Kristus sudah lakukan bagi kita.
4. KETIKA KITA TAHU KITA DIKASIHI, KITA TIDAK PERLU HIDUP UNTUK MENCARI VALIDASI
Ada orang yang sepanjang hidupnya mencari VALIDASI
“Apakah saya cukup baik?”
“Apakah orang menerima saya?”
“Apakah saya cukup hebat?”
“Apakah saya cukup sukses?”
Dan akhirnya hidupnya menjadi melelahkan.
Karena kita mencoba mendapatkan nilai diri dari sesuatu yang terus berubah.
Hari ini dipuji.
Besok dikritik.
Hari ini diterima.
Besok ditolak.
Hari ini berhasil.
Besok gagal.
Kalau identitas kita dibangun di atas semua itu, hidup kita akan naik turun mengikuti pendapat manusia.
Tetapi Injil mengatakan:
Identitas kita tidak dimulai dari pendapat manusia.
Identitas kita dimulai dari kasih Allah.
Efesus 3:18–19
18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Paulus sedang berdoa supaya jemaat mengerti dan mengenal kasih Kristus.
Mengapa?
Karena kasih Tuhan bukan hanya sesuatu yang perlu kita ketahui dengan kepala.
Kasih Tuhan harus menjadi pengalaman hati.
Bukan hanya:
“Saya tahu Tuhan mengasihi saya.”
Tetapi:
“Saya sadar bahwa saya dikasihi Tuhan.”
Ada perbedaan.
5. KASIH TUHAN MEMBAWA KITA PULANG
Salah satu gambaran paling indah tentang kasih Bapa terdapat dalam Lukas 15.
Kita mengenal cerita tentang anak yang hilang.
Dia pergi dari rumah.
Dia mengambil bagian warisannya.
Dia meninggalkan bapanya.
Dia menjalani hidupnya sendiri.
Sampai akhirnya semuanya habis.
Dia gagal.
Dia jatuh.
Dia kehilangan semuanya.
Tetapi suatu hari dia mengambil keputusan:
“Aku akan pulang.”
Dan perhatikan apa yang terjadi.
Lukas 15:20:
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Ini gambaran yang luar biasa.
Anak itu pulang dalam keadaan hancur.
Dia tidak pulang dengan membawa prestasi.
Dia tidak pulang membawa keberhasilan.
Dia tidak pulang membawa bukti bahwa hidupnya sudah sempurna.
Dia pulang karena dia menyadari:
“Saya masih punya Bapa untuk pulang.”
Dan ketika dia masih jauh...
Bapanya sudah melihat dia.
Bapanya berlari.
Bapanya merangkul.
Bapanya mencium.
Bapak/Ibu...
Itulah kasih.
Kasih Tuhan bukan berarti Tuhan tidak peduli dengan dosa.
Kasih Tuhan justru membuat kita berani pulang dan mengalami pemulihan.
Anak itu pulang bukan karena dia sudah memperbaiki dirinya.
Dia pulang dalam keadaan hancur.
Dan ayahnya menyambut dia.
APLIKASI
Mungkin hari ini ada orang yang berkata:
“Saya merasa tidak layak.”
“Saya terlalu banyak gagal.”
“Saya terlalu jauh.”
“Saya sudah mengecewakan Tuhan.”
Hari ini Tuhan berkata:
“Aku mengasihimu.”
Bukan karena kamu sempurna.
Tetapi karena Aku adalah kasih.
DARI KASIH TUHAN MENUJU CG FUN
Dan di sinilah kita belajar sesuatu.
Kalau Tuhan sudah begitu mengasihi kita, maka kita juga mau belajar mengasihi orang di sekitar kita. Tuhan tidak merancang kita untuk hidup sendirian, maka kita juga membutuhkan keluarga rohani.
Karena kadang kita tahu secara teori:
“Tuhan mengasihi saya.”
Tetapi Tuhan juga ingin kita mengalami kasih itu melalui komunitas.
Ada saat kita lemah.
Ada saat kita membutuhkan seseorang untuk mendoakan.
Ada saat kita butuh seseorang berkata:
“Kamu tidak sendirian.”
Itulah salah satu alasan kita memiliki CG Fun.
Bukan sekadar pertemuan.
Bukan sekadar program gereja.
Tetapi tempat di mana kita bisa berkata:
“Saya punya keluarga.”
3 Poin :
1. Aku tidak perlu menjadi sempurna untuk dikasihi Tuhan.
2. Salib adalah bukti bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihiku.
3. Karena aku dikasihi, aku tidak perlu berjalan sendirian.
CLOSING
Aku dikasihi Tuhan → Aku diampuni Tuhan → Aku diterima dalam keluarga Tuhan → Aku mengajak orang lain mengalami hal yang sama di CG Fun.
Mungkin selama ini kita datang ke gereja sendirian.
Pulang sendirian.
Pergumulan sendirian.
Menangis sendirian.
Berjuang sendirian.
Hari ini Tuhan mengingatkan:
You are loved.
Dan kasih itu tidak berhenti di dalam gedung gereja.
Mari masuk dalam keluarga.
Mari bertumbuh bersama.
Mari punya orang-orang yang bisa berjalan bersama kita.
Datanglah ke CG Fun.
Dan minggu ini jangan hanya datang sendiri.
Ajak satu orang.
Mungkin ada teman kita yang selama ini merasa:
“Tidak ada yang peduli dengan saya.”
Biarlah melalui kita mereka menemukan:
“Ternyata aku dikasihi.”
Firman Tuhan sudah selesai. Mari jemaat Tuhan bisa bangkit berdiri
Lagu Ministry Time
Jemaat dipersilakan untuk duduk
Keluar dari kanan ->